fbpx

Berhijablah Sesuai Ajaran Nabi Bukan Sesuai Tren

Istilah hijabers sudah tak asing lagi di Indonesia. Begitu juga dengan pemberitaan-pemberitaan mengenai jilbab.  Di jaman sekarang banyak orang yang memakai hijab bukan untuk menutup aurat melainkan agar terlihat modis dan keren saja. Tapi apa jadinya jika jilbab yang kini banyak dibicarakan oleh publik bertentangan dengan apa yang disyariatkan oleh Islam itu sendiri?.

Allah Ta’ala memerintahkan kepada kaum muslimah untuk berjilbab sesuai syari’at. Allah berfirman, “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita kaum beriman agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal dan tidak diganggu orang. Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Al Ahzab: 59).

Rasulullah pernah berkata, “Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,  kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim], dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali].” (HR. Muslim).

Hadits ini mengisyaratkan bahwa pakaian tersebut harus dijauhi, karena Islam mensyariatkan hijab tidak hanya sekedar sebagai penutup badan atau pakaian tren-tren-an, gaya-gayaan.

Berikut ini beberapa ketentuan jilbab syar’i ketika seorang muslimah berada di luar rumah atau berhadapan dengan laki-laki yang bukan mahram  :

  1. Pakaian muslimah itu harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan (lihat Al Ahzab: 59 dan An Nuur: 31).
  2. Bukan busana perhiasan yang justru menarik perhatian seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni.
  3. Harus longgar, tidak ketat, tidak tipis dan tidak sempit yang mengakibatkan lekuk-lekuk tubuhnya tampak atau transparan.
  4. Tidak diberi wangi-wangian atau parfum karena dapat memancing syahwat lelaki yang mencium keharumannya.
  5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki seperti memakai celana panjang, kaos oblong dan semacamnya.
  6. Tidak menyerupai pakaian orang kafir.
  7. Bukan untuk mencari popularitas.

 

 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.