
Dari Mushola Bilik yang Menua, Menuju Harapan Iman yang Kembali Bersinar
Di sebuah sudut Kampung Cisitu, Desa Sukamaju, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berdiri sebuah mushola tua yang telah menjadi bagian dari perjalanan ibadah warga sejak sekitar tahun 1960. Bangunan sederhana ini menjadi saksi bagaimana masyarakat setempat menjaga iman dan kebersamaan dari generasi ke generasi.
Dinding bilik bambu yang mulai rapuh, atap yang semakin menua, serta ruang kecil yang terbatas tak pernah menghentikan langkah warga untuk bersujud. Meski kondisinya sederhana, mushola ini pernah menjadi tempat yang menghangatkan kebersamaan warga dalam berbagai kegiatan ibadah.
Dulu masyarakat mengenalnya sebagai Mushola Bilik, bangunan kecil berukuran sekitar 5 x 4 meter. Di tempat inilah warga berkumpul untuk rajaban, peringatan maulid, doa bersama, hingga sholat berjamaah.
Namun seiring waktu, kondisi bangunan yang semakin tua membuat mushola ini tak lagi layak digunakan. Sudah hampir 8 tahun mushola sederhana ini tidak difungsikan untuk sholat berjamaah maupun tempat anak-anak belajar mengaji.
Meski begitu, harapan warga tidak pernah padam. Masyarakat Kampung Cisitu merindukan hari ketika lantunan adzan kembali terdengar, anak-anak kembali belajar mengaji, dan para bapak serta ibu dapat kembali bersujud bersama dalam sebuah rumah ibadah yang lebih layak.
Selama penantian panjang ini, doa terus dipanjatkan agar mushola di Kampung Cisitu dapat dibangun kembali dan menjadi tempat ibadah yang hidup seperti dahulu.
Mari bersama kita wujudkan harapan itu.
Bantu bangun kembali Mushola Bilik Kampung Cisitu, agar adzan kembali berkumandang, doa-doa anak-anak terus melangit, dan kampung ini kembali memiliki tempat yang layak untuk bersujud kepada-Nya.
![]()
Menanti doa-doa orang baik