Home

Ciri Amal Ibadah Terbaik dalam Islam

Lumrah kita berfikir bahwa amal ibadah terbaik adalah amalan ibadah yang berat pelaksanaannya. Semakin berat dikerjakan semakin baik amalannya. Namun sebaliknya semakin ringan semakin sedikit pahalanya. Padahal amalan itu bisa jadi ada kemungkinan adalah amalan terbaik.

Dalam satu kisah adalah seorang Al Haula binti Tuwait ra perempuan dari suku Quraish yang memiliki garis keluarga dengan khadijah ra, ia baru masuk Islam ketika setelah hijrah ke Madinah. Salah satu deretan sahabat yang sangat terkenal rajin ibdahanya.

Pada satu waktu Al Haula mengunjungi Aisyah ra, lalu Nabi datang seketika itu juga AL Haula bergegas pergi. Nabi bertanya “siapa itu?”

“Itu adalah Al Haula orang yang paling rajin ibadahnya di Kota Madinah” jawab Aisyah penuh respek terhadap Al Haula.

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa Al Halu binti Tuwait melaksanakan ibadah satu malam penuh dan tidak pernah tidur sebagaimana kabar dari sahabat lainnya.

Nabi Muhammad SAW merespon “Tidak tidur? lakukanlah ibadah semampu kalian. Demi Allah. Allah tidak akan pernah bosan (memberi pahala) sampai kalian sendiri yang bosan beribadah.”

Dalam kisah inilah akhirnya Imam Thawus bin Kaisan, tokoh besar fiqih yang menegaskan ibadah terbaik adalah ibadah yang paling ringan. Maksud ibadah paling riangan adalah ibadah yang paling disukai oleh hati dan berpotensi dilakukan secara rutin dan istiqomah, bahkan bsa menjadi karakter yang mendarah daging.

Oleh sebab itu maka, sebaiknya kita tidak meremehkan ibadah ringan yang dilakukan, sebab amalan ibdah yang ringan adalah amal terbaik yang lebih mudah dilakukan secara istiqomah sehingga akan membawa dampak besar pada diri pelakunya. Waalahu a’lam

Sumber islam.nu.or,id

Mari ikut bantu program Menebar Kebaikan