fbpx

Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat

Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi umat Islam, karena dengan ilmu hidup akan terarah kejalan yang lebih benar, orang yang tidak memiliki ilmu kehidupannya akan gelap tanpa arah yang pasti. Allah pun memberi keistimewaan tersendiri bagi orang yang berilmu. Bahkan ada pepatah Arab yang mengatakan tuntutlah ilmu walau adanya di negeri Cina. Ini memberikan penjelasan bahwa pentingnya mencari ilmu walaupun ia jauh dari orang tua dan kampung halaman.

Namun dengan banyaknya ilmu terkadang orang berilmu itu tidak memanfaatkan ilmunya, sehingga ia lalai. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Majmuk Warasail (juz 1, hlm. 31-32) menjabarkan ciri-ciri ilmu yang bermanfaat dan ilmu yang tidak bermanfaat sebagai berikut:

ومن علامات العلم النافع أن صاحبه لا يدعى العلم ولا يفخر به على أحد ولا ينسب غيره إلى الجهل إلا من خالف السنة وأهلها فإنه يتكلم فيه غضباً للَّه لا غضباً لنفسه ولا قصداً لرفعتها على أحد  وأما من علمه غير نافع فليس له شغل سوى التكبر بعلمه على الناس وإظهار فضل علمه عليهم ونسبتهم إلى الجهل وتَنَقُّصهم ليرتفع بذلك عليهم وهذا من أقبح الخصال وأرداها

“Termasuk di antara tanda-tanda ilmu bermanfaat adalah pemiliknya itu tidak mengklaim dirinya berilmu, tidak membanggakan ilmunya untuk mengalahkan orang lain, dan tidak menuduh orang lain sebagai orang bodoh, kecuali kepada orang yang memang menyalahi Sunnah Rasulullah dan Ahlus sunnah. Sebab orang yang berilmu itu ketika mengomentari orang lain yang menyalahi sunnah, ia marah karena Allah, bukan marah karena mengumbar nafsunya, serta tidak bermaksud takabur atas orang lain. Sedangkan seseorang yang mempunyai ilmu tidak bermanfaat itu ia tidak akan menyibukkan diri kecuali bersombong diri dengan ilmunya dan menampakkan keutamaan ilmunya kepada orang lain, serta meremehkan mereka agar ia dengan ilmunya dipandang tinggi derajatnya di mata mereka. Demikian itu adalah seburuk-buruk sikap dan pandangan”

Ciri-ciri orang yang ilmunya bermanfaat berdasarkan hujjah Imam Al Ghazali.

Ilmu manfaat adalah ilmu yang menambahkan rasa takut kepada Allah dengan bukti nyata dalam kesehariannya yaitu dengan melaksanakan perintah-perintahNya serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Ilmu manfaat adalah yang selalu mengoreksi diri sendiri daripada sibuk mencari kesalahan-kesalahan orang lain, dalam istilah Jawa disebutkan “ora ngeroso keminter” tidak merasa dirinya lebih pintar dan lebih baik dari pada orang lain. Ilmu manfaat juga ditandai dengan bertambahnya kesungguhan dan keistiqomahan beribadah dalam kesehariannya.

Semakin zuhud ,Yakni sedikitnya seseorang tersebut dalam menyukai hal yang condong kepada duniawi. Namun bukan berarti tidak butuh dunia sama sekali, tetapi menghindari ketergantungan yang berlebihan terhadap dunia yang tampak dari sifat tamak, rakus, dan serakah. Dapat dilihat jika seseorang lebih menyukai amalan-amalan untuk bekal akhiratnya dan mengerjakannya semata-mata hanya mengharapkan keridhaan dari Allah SWT. Dapat dirasakan oleh seseorang dengan terbukanya mata batin “futuh” Yakni selalu melihat dirinya lebih buruk dan hina dibandingkan dengan hamba-hamba Allah yang lainnya. Merasa tidak ada yang harus disombongkan atas dirinya. Dapat mengetahui tipu daya dan bujukan setan kepadanya. ia bisa membedakan mana perbuatan yang benar-benar dilakukan dengan dasar ilmu dan hati dengan perbuatan yang dilakukan dengan nafsu semata.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.