fbpx

Hukum Merenggangkan Shaf Sholat Dikala Pandemi

Sholat berjamaah dengan shaf berjarak memang bukan hal biasa. Sebab, shaf yang rapat merupakan salah satu keutamaan dalam sholat berjamaah Sayangnya, di tengah pandemi Covid-19 cukup sulit menerapkan shaf yang rapat. Ini karena ada kekhawatiran tertular virus corona.

Pemerintah sudah menghimbau masyarakat untuk menerapkan physical distance atau jaga jarak minimal 1 meter. Himbauan tersebut juga diberlakukan dalam sholat jamaah.  Tetapi, aturan sholat dengan shaf berjarak ini menimbulkan polemik pada umat Islam. Imbauan tersebut dinilai menyalahi hadits Rasulullah Muhammad SAW yang menganjurkan merapatkan shaf sebagai bagian dari kesempurnaan shalat.

Pada dasarnya hukum merapatkan shaf sholat adalah sunnah. Maka jika ada udzur syar’i, atau kendala yang dibenarkan secara syariat, merenggangkan shaf sholat diperbolehkan. Pandemi Covid-19 dipandang sebagai udzur syar’i, karena seperti diketahui, risiko penularan Covid-19 menjadi lebih tinggi dalam kondisi orang yang saling berdekatan. Hal ini ditegaskan juga oleh Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain. Disebutkan, menjadi tidak makruh hukumnya menjaga jarak saat sholat berjamaah, saat ada udzur syar’i.

“Jika mereka terpisah dari shaf karena uzur seperti cuaca panas di masjidil haram, maka tidak makruh karena tidak ada kelalaian. Dan mereka tidak kehilangan fadhilah shalat jamaah.” (Syekh Nawawi Al-Bantani).

Sebenarnya selain wabah Covid-19, peregangan shaf ketika sholat berjamaah sudah diperbolehkan demi menjaga diri dari marabahaya yang mengancam. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah.

“Tidak boleh berbuat mudarat dan menimbulkan mudarat.”

Karena kita berada dalam kondisi wabah Covis-19 yang berbahaya, maka perenggangan shaf saat sholat berjamaah merupakan udzur syar’i yang membolehkan pelaksanaan ibadah secara tidak normal. Pembolehan shaf berjarak ketika berjamaah ini sesuai dengan spirit Nabi saw dalam haditsnya diriwayatkan Imam Bukhari.

 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.